Cara Melakukan Systematic Literature Review (SLR) dengan PRISMA
Pernahkah Anda merasa tenggelam dalam lautan jurnal saat mencoba melakukan literature review? Membaca ratusan artikel tanpa arah yang jelas, bingung menentukan mana yang relevan, dan akhirnya menghasilkan review yang tidak sistematis? Jika ya, Anda membutuhkan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) adalah standar internasional yang telah diadopsi oleh lebih dari 90% jurnal Q1 untuk memastikan review Anda transparan, reproduktibel, dan bebas bias. Artikel ini memandu Anda melalui 4 fase utama PRISMA 2020, dari identifikasi hingga inklusi, lengkap dengan template flow diagram yang siap pakai. Jika Anda butuh bantuan menyusun protokol SLR atau ingin review Anda selesai lebih cepat dengan kualitas maksimal, tim Corvexum siap menjadi mitra strategis Anda.
Apa Itu PRISMA dan Mengapa Penting?
PRISMA adalah guideline yang terdiri dari 27 item checklist dan flow diagram yang membantu peneliti melaporkan systematic review secara lengkap dan transparan. Versi terbaru, PRISMA 2020, memperbarui panduan dari versi 2009 dengan penambahan:
- Item 16a-16d: Pelaporan hasil pencarian dan seleksi studi yang lebih detail
- Item 20: Transparansi dalam penanganan missing data
- Item 24: Registrasi protokol (misal di PROSPERO) untuk menghindari duplication bias
Mengapa ini penting? Jurnal bereputasi seperti The Lancet, BMJ, dan Nature mensyaratkan kepatuhan PRISMA sebagai syarat publikasi. Tanpa PRISMA, review Anda berisiko ditolak di tahap awal screening.
Fase 1: Identification (Identifikasi)
Tahap pertama adalah mengumpulkan semua artikel potensial dari berbagai database. Langkah-langkahnya:
- Tentukan database: Minimal 2-3 database utama seperti Scopus, Web of Science, PubMed, IEEE Xplore, atau ProQuest tergantung bidang Anda.
- Buat search string: Gunakan kombinasi Boolean operators (AND, OR, NOT) dengan keyword yang relevan. Contoh:
("machine learning" OR "deep learning") AND ("healthcare" OR "medical") AND "diagnosis" - Dokumentasikan hasil: Catat jumlah artikel dari setiap database, tanggal pencarian, dan search string yang digunakan.
- Hapus duplikat: Gunakan Mendeley, Zotero, atau fitur deduplication di Rayyan.
Tips Pro: Simpan search history dari setiap database. Ini penting untuk reproducibility dan akan diminta oleh reviewer jurnal.
Fase 2: Screening (Penyaringan)
Setelah duplikat dihapus, saatnya menyaring artikel berdasarkan judul dan abstrak:
- Buat kriteria inklusi/eksklusi yang jelas sebelum mulai screening. Contoh kriteria: tahun publikasi (2015-2026), bahasa (English only), jenis artikel (peer-reviewed journal), populasi studi.
- Gunakan tools kolaboratif: Rayyan (gratis, cocok untuk tim), Covidence (berbayar, fitur lengkap), atau systematic review tools di Mendeley.
- Lakukan screening independen: Jika bekerja dalam tim, minimal 2 reviewer harus menilai setiap artikel secara independen, lalu diskusikan perbedaan pendapat.
- Catat alasan eksklusi: Setiap artikel yang ditolak harus memiliki alasan spesifik (bukan karena “tidak relevan” saja).
Fase 3: Eligibility (Kelayakan)
Artikel yang lolos screening judul/abstrak kemudian dibaca full-text untuk penilaian kelayakan:
- Baca full-text dengan teliti: Fokus pada metodologi, populasi, intervensi, dan outcome yang sesuai dengan research question Anda.
- Gunakan framework PICOS: Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study design untuk menilai kesesuaian.
- Quality assessment: Gunakan tools seperti Newcastle-Ottawa Scale (untuk studi observasional), Cochrane Risk of Bias (untuk RCT), atau JBI Critical Appraisal Tools.
- Dokumentasikan semua keputusan: Setiap artikel yang dieksklusi di tahap ini harus tercatat dengan alasannya.
Fase 4: Included (Inklusi)
Artikel yang lolos semua tahap sebelumnya masuk ke dalam final included studies:
- Ekstrak data: Buat spreadsheet dengan kolom: author, tahun, judul, negara, metodologi, sampel, hasil utama, limitasi.
- Sintesis temuan: Bisa berupa naratif synthesis (untuk data heterogen) atau meta-analysis (untuk data homogen dengan effect size yang bisa digabung).
- Identifikasi research gap: Dari pola yang muncul, tentukan area yang belum banyak diteliti.
- Tulis hasil: Ikuti struktur PRISMA checklist untuk memastikan tidak ada item yang terlewat.
🚀 SLR Anda Stuck? Biar Kami yang Eksekusi!
Systematic Literature Review yang berkualitas membutuhkan waktu 3-6 bulan jika dikerjakan sendiri, belum termasuk risiko bias dan kesalahan metodologi yang bisa membuat review Anda ditolak jurnal. Tim Corvexum yang telah menangani 200+ SLR di berbagai bidang siap membantu:
- ✅ Penyusunan protokol SLR + registrasi PROSPERO
- ✅ Search strategy dengan Boolean operators yang teroptimasi
- ✅ Screening & quality assessment oleh 2 reviewer independen
- ✅ PRISMA flow diagram + checklist 27 item lengkap
- ✅ Naratif synthesis atau meta-analysis dengan RevMan/Stata
Atau email ke: corvexum@gmail.com | Kunjungi: corvexum.com
Tinggalkan Balasan